Gasa Foredi Gasa
Tampilkan postingan dengan label Jibril Tidak Pensiun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jibril Tidak Pensiun. Tampilkan semua postingan

Subscribe Sekarang ...

. Rabu, 28 Juli 2010
0 komentar

Temukan Cara Paling Cepat dan Mudah Untuk Memulai Bisnis Online Dalam 45 Menit... dan Profit Hari Ini Juga!

Anda akan temukan...

  • Bagaimana memulai bisnis di internet dan hasilkan uang pada hari yang sama.

  • Bagaimana mencetak uang anda sendiri...

  • Bagaimana mendatangkan aliran uang tanpa henti, tanpa perlu kerja terus menerus.

  • Tanpa perlu bikin produk, website, programming, dan pengelolaan yang rumit!

  • Anda set sekali, lalu hasilkan berkali-kali.

  • Bukan MLM, money game atau skema cepat kaya lainnya.

Subscribe sekarang juga dan temukan bagaimana cara kerjanya, agar anda bisa mulai jalankan bisnis mantap di internet hari ini juga!


KLIK : Subscribe Sekarang ...

Read More Bisnis Internet Online...
| More
Subscribe

Nafsu Binatang Jangan Ditiru

. Kamis, 12 November 2009
2 komentar

Nafsu Binatang Jangan Ditiru



Nafsu Binatang Jangan Ditiru


Nafsu Binatang Jangan Ditiru


Nafsu Binatang Jangan Ditiru


Nafsu Binatang Jangan Ditiru


Nafsu Binatang Jangan Ditiru







Wkwkwkwkwk................

Haaa.... monggo komentarnya..


Read More Bisnis Internet Online...
| More
Subscribe

Kecelakaan F1 Yang Menyedihkan

.
1 komentar

Kecelakaan F1 Yang Menyedihkan

Bukan
.
.
.
.
Sekedar
..
.
.
.
Kecekaan
.
.
.
.
Biasa
.
Tapi
.
Sungguh
.
Luar
.
.
Biasaaa....
.
Monggoo....
.
.
.

.
.



Pissssssssss............



Read More Bisnis Internet Online...
| More
Subscribe

Stop Dreaming Start Action Sebuah Motivasi Mendalam Bagi Setiap Pebisnis Internet

. Senin, 29 Juni 2009
0 komentar

Stop dreaming start action yang belakangan ini ramai di ikuti oleh banyak orang khususnya dari kalangan blogger dan penggemar SEO yang dikonteskan langsung oleh Bapak Joko Susilo bukanlah sekedar kontes untuk mendapatkan hadiah semata, melainkan lebih dari sekedar itu.

Banyak sudah pola pikir orang yang terkelabuhi dengan paradigma kontes "Stop Dreaming Start Action" dengan hanya mengejar-ngejar hadian yang di janjikan yang memang sangat menggiurkan.

Tapi jika mau mencermati dari sudut yang lebih jauh dan lebih luas, maka kita akan mendapatkan pelajaran yang lebih berharga ketimbang itu semua. Berikut diantaranya:

# Pentingnya Sebuah Mindset (pola pikir) Yang Benar Dalam Semua Urusan

Pola pikir adalah aset yang sangat berharga dalam semua sendi kehidupan. Orang bisa sukses menjalalani apapun karena ia telah mampu mengelola pola pikirnya dengan baik tak terkecusli dalam kegiatan internet marketing.

"Lalu bagaimana mengelola pola pikir dengan baik itu ?"

Banyak sekali cara mengelola pola pikir agar menjadi aset yang berharga bagi kita, namun kebanyakan seringkali kita melanggarnya meskipun sebenarnya ilmu ini sangat sedehana.

Dan ilmu pola pikir ini sudah dibuktikan dan dicontohkan oleh nenek-nenek moyang kita, seperti: rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkannya dan lain sebagainya.

Semua uangkapan-uangkapan diatas tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita, namun kebanyakan kita banyak melanggar aturan tersebut, sehingga ketika aturan-aturan diatas banyak kita langgar..banyak pula aset-aset kita yang menghilang begitu saja.

Aset itu banyak sekali macamnya. Misal, kita menerapkan ilmu "rajin pangkal pandai", maka dengan mengamalkan ilmunya kita bisa menjadi pandai. Sebailknya jika kita melanggarnya dengan bermalas-malasan tentu saja kita akan mendapat balasannya juga alias (maaf) "bodoh" .

Seiring dengan adanya kontes dan kampanye "Stop Dreaming Start Action" ini, diharapkan orang sudah tidak hanya bermimpi lagi dalam angan-angan yang di harapkannya, melainkan juga di tindaklanjuti dengan sebuah perbuatan yang nyata.

# Networking + Branding (Relasi+Citra)

Banyak orang mengatakan banyak teman banyak rezeki, Ungkapan ini banyak benarnya. dengan mengikuti kontes stop dreaming start action, akan banyak orang yang mengenal kita, lebih-lebih situs kita dihalaman terdepan khusunya di TOP 10 Google , pastinya mereka akan mengunjungi situs kita, bahkan sekaligus membranding diri bahwa kita memang yang terbaik di event ini.

Itu artinya apa ?

Orang mulai percaya dengan kredebilitas kita dan dipastikan terangkat, dengan begitu akan semakin mudah bagi kita khususnya di bisnis internet dalam menjual produk apapun karena mereka sudah mengetahui kita dari apa yang kita tampilkan di kontes ini. Apalagi ditunjang dengan artikel yang menarik dalam konters tersebut.

Boleh dikatakan bahwa hadiah yang akan kita terima jika menang dengan Brand yang akan kita dapatkan bisa mengungguli besar hadiah tersebut.

# Learning To Doing (Belajar Sambil Berbuat)


Stop dreaming start action bisa saja menjadi kontes bagi kita semua untuk mengasah kemampuan kita, khusunya ilmu SEO yang selama ini kita pelajari.

Jika biasanya kita belajar SEO sendiri tanpa sepengetahuan lawan kita, maka adanya kontes "stop dreaming start action" ini membuat lawan kita tahu kalau kita sedang bersaing dengannya dengan begitu mereka tentunya juga melakukan persiapan yang tak kalah matangnya dengan kita.

Tapi ingat !, tetap bersaing dengan cara sehat dan sportif. Meskipun mereka rival, tapi sebenarnya mereka adalah kawan kita juga

# Evaluasi

Dari sini kita juga bisa mengevaluasi sejauh mana kemampuan dan pembelaran SEO yang selama ini kita pelajari berhasil. Jika biasanya kita menang di keyword tertentu, di kontes "Stop dreaming start action" belum tentu kita melakukannya yang sama atau boleh jadi orang lain yang akan memenangkannya.

Dari sini kita bisa melihat bahwa kemampuan SEO kita belum teruji benar dan itu membuat kita harus banyak belajar lagi sehingga semakin menambah jam terbang kemampuan SEO kita

Baiklah mungkin cukup diatas saja uraian yang bisa saya berikan, jika mau menambahkan saya persilahkan

Umar Hadi
www.kuncimarketing.com


Read More Bisnis Internet Online...
| More
Subscribe

Jibril Tidak Pensiun

. Senin, 11 Mei 2009
0 komentar

Jibril Tidak Pensiun

Oleh : Emha Ainun Nadjib

Hanya kualitas sorang Nabi yang sanggup menampung wahyu, dan Allah memang hanya berkenan memberikan wahyu kepada beliau-beliau yang terpilih. Sampai akhirnya Muhammad si Pamungkas. Selebihnya hanya ada wahyu kraton: suatu tema drama politik.

Maka anak-anak suka bersenda gurau bahwa Jibril sejak abad VII Masehi itu jadi penganggur. Pensiun abadi. Ada yang membantah dengan mengemukakan bahwa Jibril tetap being employed karena para wali atau orang-orang dengan ‘radar suci’ setingkat mereka tetap menerima karomah, sementara orang-orang biasa kayak kita tetap juga memperoleh ilham.

Tidak, kata yang lain. Untuk takaran di bawah wahyu tak diperlukan Jibril. Untuk pekerjaan-pekerjaan kecil begitu Allah tak memerlukan organisasi birokrasi, tukang-tukang pos atau agen penyalur. Allah bisa cukup bilang Kun (fa-yakuun) untuk kepentingan apa pun saja.

Alangkah samar pembicaraan semacam ini. Tak ada kerangka metodologi penelitian model manapun yang bisa menyentuhnya. Tak tersedia kredibilitas keilmuan manusia apapun yang mungkin menerobosnya. Apalagi ilmu-ilmu sosial hanya pernah kenal Tuhan sebagai benda abstrak, sebagai suatu syahdan, sebagai kemungkinan obyek yang sungguh asing sifatnya -- sebab segala teori menjadi lawakan tatkala mendekati-Nya.

Satu-satunya jalan disediakan justru oleh berita wahyu itu sendiri. Tetapi ini makin tidak memuaskan manusia modern, yang canggih untuk bercuriga terhadap dogma, yang seolah-olah sengaja membuang kemampuan-kemampuan kejiwaannya yang tertentu yang bisa ia pakai untuk bergaul baik-baik dengan hidayah, dengan petunjuk ‘entah dari mana’, dengan gudang rahasia keilahian, dengan ketidak-mungkin-tahu-annya sendiri. Ya, manusia modern itu -- yang sombong melebihi Musa menjelang Tursina, yang menyangka bahwa kebenaran dan kepastian adalah miliknya yang ia bisa rancang dan tentukan.

Pada saat yang sama, keterbukaan terhadap gerak penghayatan atas wahyu itu amat diperlukan, setidaknya karena manusia telah sampai pada dua gejala yang sama-sama takabbur.

Yang pertama, manusia telah merasa mampu menemukan sesuatu, mengadakan yang tak ada, menciptakan sesuatu, dan berkat itu ia menjadi seniman Nobel, doktor akademik atau sarjana kehidupan. Yang kedua berada si ekstrim lain: yang ada hanya Allah, aku ini tak ada. Yang mutlak itu Allah, aku sekedar rekaan. Karya-karyaku, kata-kataku, musikku, lukisanku, tak bisa kusebut dengan ku, sebab mereka adalah kasih karya Allah semata.

Jadi, kalau kita membaca karya itu, kita membaca karya Allah. Kalau kita dengarkan ia baca puisi, itu puisi Allah. Kalau kita nonton pameran lukisannya, kita nonton lukisan Allah.

Maka ia mengemukakan kepadaku iman dan konsep mengenai pinjaman ilmu dan harta benda Allah kepada manusia -- sebagai mana ia mengemukakan hal yang sama ketika kutanyakan kepadanya apa omongan Islam tentang falsafah hak milik dan distribusi ekonomi yang dewasa ini amat dicemaskan oleh kaum sosialis-marxis.

Itu moralitas Allah.

Seandainya saja kita berhasil memiliki suatu pola pendidikan yang memungkinkan terwujudnya iman dan konsep itu dalam diri manusia, maka usaha proyeksi dan sistemasinya ke dalam organisasi-organisasi kebersamaan manusia tinggal ‘sekunder’. Tetapi sejarah telah harus mengandaikan manusia seperti ‘maling’ yang -- tentu saja tak bisa dipercaya, sehingga harus diciptakan pagar-pagar yang berlebihan. Sistem yang mengatur manusia bersifat substansial, dan manusia berada secara instrumental. Kita adalah gerombolan ayam, memperoleh taburan jagung dari tangan manusia, jago-jago memonopoli taburan itu karena mereka memang ‘tak tahu menahu’ tentang moralitas tangan manusia yang menaburkan jagung. Perlawanan ayam-ayam lain terhadap jago-jago selalu berupa menyingkirkan atau menumpas jago-jago, atau menggantikan kedudukan jago-jago.

Demikian ‘psikologi perlawanan’ yang sejauh ini berlangsung: apirasi terhadap apirasi, ideologi politik terhadap ideologi politik, kelas terhadap kelas, bahkan kaum wanita terhadap kaum lelaki. Sumber kecenderungan ini ialah karena jagung itu dipandang secara a-historis. Tak dipersoalkan secara tuntas dari mana jagung tertabur, dan apa moralitas esensial yang terkandung di balik taburan jagung itu. Dengan kata lain, orang makin tak kenal kepada jiwa wahyu.

Maka ia mengemukakan kepadaku Jibril tidak pensiun. Wahyu Allah bukan sebuah dongengan purba. Cahaya Allah tak berhenti memancar. Ilmu Tuhan terus menerus berseliweran. Muhammad tidak mati. Sungguh tidak mati. Hanya tubuh beliau yang sudah dikuburkan -- dan tubuh beliau adalah bagian yang paling remeh dari eksistensi kepribadiaannya yang menyuluhi alam semesta manusia. Wahyu yang beliau terima dari Allah pun terus bekerja. Sudah sempurna tapi belum selesai, karena ia akan menemukan kelahiran dan kelahirannya kembali di dalam iman dan kesadaran ummatnya.

Bahwa pada Muhammad disebut wahyu itu berakhir, artinya ialah jatah ilmu pengetahuan dasar anugerah Allah bagi manusia berpuncak di wadah Muhammad. Segala yang kita sebut prestasi akal, ilmu dan teknologi dahsyat yang dicapai manusia sesudahnya, telah terdapat benih-benihnya dalam al-Quran --meskipun selama ini kita menyebut-nyebut hal itu sekedar untuk hibur-hiburan pasif agar meperoleh kepercayaan diri sebagai ummat. Allah tidak mengkursus kita bagaimana bikin rantai dan pedal, tetapi kualitas fenomena kendaraan sepeda telah ditunjukkan-Nya. Apapun yang kelak digapai oleh kecerdasan manusia, tak akan melebihi kapasiatas kemungkinan yang telah dinurkan oleh wahyu yang berpuncak di Muhammad.

Tetapi, barangkali kita, adalah ummat tolol yang bisa menjadi cukup tenang hanya dengan mengemukakan keyakinan itu, tanpa mengerjakannya, dan kemudian -- kata para piawai -- “Kita ketinggalan dua abad” dibanding orang-orang lain yang justru ‘acuh tak acuh terhadap Allah’. Mungkin bagi kita Jibril adalah tokoh sejarah pada zaman sebelum Prabu Jayabaya atau candi Borobudur dibangun. Jibril adalah bayangan patung, arca berjubah, makhluk supra-raksasa yang telapak tangannya seluas 3333 kali galaksi, yang eksistensinya sepurba Dinosaurus. Atau Jibril itu semacam lelembut. Dan semua itu tidak konkret.

Padahal tidak. Jibril tidak pensiun. Ia begitu karib, di sisi tidur dan jagamu. Namun apabila pengalaman keilahian tidak selalu kita perbaharui, pada suatu hari kita akan sadar seolah-olah kita ini hidup di masa pra-Ibrahim yang menghayati bulan dan matahari untuk menemukan Allahnya.

Sumber : Emha Ainun Nadjib

Read More Bisnis Internet Online...
| More
Subscribe